Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan

5.17.2012

Petani Kerinci Olah Belalang Jadi Lauk pauk

Kapanlagi.com - Kalangan keluarga petani di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi mempertahankan tradisi mengolah belalang yang terdapat di sawah mereka untuk menjadi lauk-pauk."Tradisi masyarakat Kerinci, khususnya kalangan keluarga petani, sejak zaman dulu hingga sekarang belalang sudah sering dijadikan salah satu sumber lauk pauk di meja makan," kata Kepala Desa Kerinci Ilir Jujun Supratman di Kerinci, Minggu.
Ia menjelaskan, warga desa-desa di Kerinci, khususnya di kawasan Kerinci Ilir sejak dulu sudah sering menjadikan belalang sebagai lauk pauk alternatif peneman nasi di meja makan.
Menurut dia, keberadaan kuliner unik ini sebenarnya ke depn bisa terus dikembangkan hingga menjadi masakan khas masyarakat Kerinci, khususnya desa-desa kawasan Kerinci Ilir, untuk jadi salah satu wisata kuliner yang kian diminati.
Masakan lauk pauk belalang di Kerinci Ilir ini biasanya disajikan dalam dua jenis atau bentuk masakan yakni digoreng atau dibakar, namun untuk variasi tidak jarang masyarakat juga sering membuatnya menjadi sate.
Supratman mengatakan, masyarakat di desa-desa dalam kawasan Kerinci Ilir dulunya hidup semacam tradisi berburu belalang yang mereka gelar setiap menjelang musim tanam tiba.
"Di desa-desa Kerinci Ilir ini seperti Jujun, Muak, Benik, Tanjung Sam, desa Lolo, Talang Kemuning, Lempur, dan sekitarnya ada tradisi berburu belalang setiap menjelang musim tanam di sawah, tradisi itu adalah kegiatan bergembira bergotong royong menyisir sawah memburu belalang saat malam hari dengan hanya menggunakan penerangan obor," katanya.
Saat itu, belalang yang berhasil ditangkap dan disimpan dalam tabung-tabung bambu yang mereka sandang selanjutnya akan mereka jadikan lauk pauk, baik jadi belalang goreng atau belalang bakar.
"Belalang itu seperti udang kelezatan dan gizinya, sebelum digoreng belalang hidup dalam tabung bambu itu dituangkan ke air panas agar mati, saat itu warnanya akan berubah merah seperti halnya udang, selanjutnya barulah digoreng dan dicampur bumbu-bumbu sesuai selera," kata Supratman.
Namun, tambahnya, saat ini tradisi berburu belalang yang dimaksudkan untuk mengurangi ancaman hama belalang saat padi sudah di tanam nantinya itu, kini sudah tidak lagi digeluti masyarakat, karena kemajuan teknologi pertanian dengan berbagai jenis padi unggul membuat musim tanam tidak lagi pernah bisa serentak.
"Namun kebiasaan makan dengan lauk pauk belalang tersebut masih tetap bertahan di tengah masyarakat hingga kini. Bagi kalangan tertentu seperti keluarga petani, masih sering menyajikan menu sambal belalang ini," katanya.
Untuk mendapatkan belalang tersebut, biasanya para petani memburu atau menangkap sendiri ke padang-padang, baik sawah maupun di ladang-ladang. Tidak jarang kegiatan menangkap belalang itu mereka lakukan sembari bekerja membersihkan lahan pertanian mereka itu.
"Namun, ada juga kalangan anak-anak tertentu yang kreatif sengaja menangkap belalang dengan teknik memasang lukah atau perangkap jaring, hasilnya mereka jadi lauk pauk di meja makan keluarga, atau dijual kepada masyarakat lain yang berminat," katanya.
Menurut Supratman, kuliner unik ini semestinya bisa menjadi aset dan khasan budaya yang bisa terus dikembangkan bagi pembangunan kepariwisataan Kerinci.
Alasannya, selama ini tidak sedikit para turis yang mengakui sangat menyukai sambal belalang yang sering menjadi hama bagi petani itu. Mereka beralasan selain unik masakan belalang itu juga lezat dan mengandung gizi protein tinggi layaknya udang, sangat baik untuk tubuh.
"Bahkan ada wisatawan yang sampai menanyakan masakan itu ke restoran atau rumah makan, namun mereka kecewa karena tidak mendapatinya," katanya. (antara/roc)

 http://www.merdeka.com/pernik/petani-kerinci-olah-belalang-jadi-lauk-pauk.html
»»  READMORE...

1.09.2012

Berternak Hamster sebagai usaha sampingan

Bisnis Hamster sendiri patut untuk ditekuni karena bisnis ini relatif mudah dilakukan dan bisa menjadi usaha sampingan di rumah, serta tidak memerlukan modal yang besar. Modal utamanya adalah suka dengan Hamster dan telaten mengurus hewan-hewan mungil ini.
Harga Hamster cukup bervariasi dari mulai 15 ribu rupiah sampai ratusan ribu, semua tergantung keindahan bulu dan jenis Hamsternya. Hamster yang memenagi kontes biasanya akan dihargai dengan harga yang cukup mahal. Hamster sendiri banyak dipasarkan di Mall, pasar-pasar satwa, pet shop, toko ikan hias dan tempat-tempat lain. Anda bisa menawarkan hamster-hamster kesayangan di tempat-tempat tersebut.
Tips memelihara hamster :
  • Usahakan kandang selalu bersih dan kering. Gunakan pasir atau butiran batu yang biasa dijual di tempat penjualan hamster sebagai alasnya. Pasir ini berguna untuk mengeringkan kandang dari air kencing dan menghilangkan bau air kencing itu sendiri. Pasir ini juga bisa dipakai hamster untuk mandi sehingga bulunya terlihat rapih, kering, dan tidak bau.
  • Ganti pasir ini setiap minggu atau 2 minggu sekali dengan pasir baru. Setelah seminggu atau dua minggu, pasir ini akan terlihat kotor karena bercampur dengan kotoran dan sisa makanan. Jika mau sedikit repot, pasir yang sudah terpakai bisa dicuci, dikeringkan, dan dipakai ulang.
  • Cara mencucinya, pasir bekas pakai tadi direndam dulu agar kotoran dan sisa makanan mengambang sehingga mudah untuk dibuang dan dipisahkan dari pasirnya.
  • Beri makanan dan minuman yang cukup. Untuk makanan, sanda bisa memberi kuaci atau tumbukan kacang tanah yang sudah dikupas kulitnya. Untuk minuman, sesuai saran penjualnya, jangan beri air langsung, tetapi beri kecambah (tauge) setiap pagi dan sore. Dengan demikian, kandang bisa terus kering sepanjang hari. Banyak orang memberi minum dengan air sehingga kandang menjadi basah dan hamster mudah sakit dan mati.
  • Tambahkan makanan baru hanya jika makanan yang sudah ditaburkan atau disediakan di tempat makanan sudah habis termakan. Ini untuk menjaga kebersihan agar tidak banyak sisa makanan berserakan di dalam kandang.
  • Jika induk betina melahirkan, pisahkan dari hamster pejantan atau hamster lainnya, dan perbanyak makan kecambah. Ciri-ciri hamster betina yang akan melahirkan terlihat dari bentuk perutnya yang membuncit dan si induk seperti gelisah mondar-mandir dalam kandang dengan tingkat keaktifan yang lebih tinggi dari biasanya. Jangan lupa beri potongan kain untuk membuat sarang buat bayi-bayi hamster yang akan dilahirkan.
Nah itulah sekilas info tentang usaha sampingan ternak hamster. Selamat mencoba.
»»  READMORE...

10.08.2011

Beternak Kelinci

 KELINCI saat ini sudah mulai diternakkan besar-besaran di berbagai daerah. Baik untuk tujuan komersial maupun sekedar hobi.
Mengapa memilih beternak kelinci? pertanyaan yang wajar bagi orang yang belum mengenal lika-liku bisnis beternak kelinci. Karena kenyataannya banyak sekali keuntungan dari bisnis ini.  Di antara alasan mengapa memilih beternak kelinci adalah sebagai berikut :
1. Pemeliharaan dan perawatannya mudah
2. Tidak membutuhkan lahan yang luas
3. Biaya produksi relatif murah sehingga tidak membutuhkan modal besar
4. Ternak penghasil daging berkualitas dengan kadar lemak rendah
5. Ketersediaan pakan yang melimpah, karena mampu memanfaatkan pakan dari sisa dapur dan hasil sampingan produk pertanian
6. Termasuk ternak yang prolific, yaitu ternak yang mampu beranak banyak per kelahiran
7. Hasil sampingannya pun masih bisa dimanfaatkan
Berikut beberapa hal yang harus mendapat perhatian sebelum anda memulai beternak kelinci :
Pemilihan lokasi
Pemilihan lokasi ternak kelinci banyak dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya :
• Lokasi sebaiknya dekat dengan sumber pakan (areal tanaman sayur, pasar sayur, atau pasar–pasar secara umum)
• Lokasi dekat dengan daerah pemasaran. Namun hal ini tidak berlaku bagi peternak yang sudah punya komunitas atau paguyuban
• Temperatur atau suhu ideal antara 15-25? C
• Sebisa mungkin diusahakan lokasi kandang dekat dengan aliran sungai dan jauh dari permukiman penduduk
• Lokasi aman dari binatang buas atau pencuri
Memilih bibit

Kriteria berikut bisa dijadikan pedoman untuk memilih bibit kelinci :
• Induk diketahui tetuanya atau dengan kata lain calon induk mempunyai catatan produksi (jumlah anak perkelahiran, daya tumbuh, dll) dan catatan reproduksi (servis per conception, fertilitas, keadaan alat reproduksi dll)


• Induk mempunyai putting susu lebih dari 8 buah
• Tingkah laku tidak nervous dan mempunyai cukup bulu untuk membuat sarang
• Kondisi fisik yang normal seperti badan sehat, mata bersinar, bulu yang bersih dan tidak kusut, telinga tegak tidak pepleh, dan lain sebagainya
Pakan
Banyak jenis tanaman dan sayuran yang bisa diberikan kepada kelinci. Ynag penting adalah makanan tersebut mampu memenuhi kebutuhan nutrisi kelinci yang harapannya adalah ternak tersebut mampu tumbuh dan berkembang dengan baik dan menampilkan catatan produksi yang baik sehingga memberi keuntungan pada kita.
Di antara komposisi ransum ternak kelinci yang bisa dipakai acuan adalah pakan terdiri dari konsentrat 50 gram untuk kelinci pertumbuhan dan penggemukan, 70 gram untuk induk bunting, 150-200 untuk induk menyusui, sedang rumput diberikan secara ad libitum (tak terbatas).
Reproduksi

Aspek reproduksi memegang peranan penting dalam rangka pertambahan jumlah populasi. Ternak kelinci termasuk dalah satu jenis ternak prolific artinya mampu beranak banyak per kelahiran. Ada beberapa kiat agar ternak kelinci mempunyai catatan reproduksi yang baik :




• Umur pertama kali dikawinkan berkisar antara 5-6 bulan
• Memilih waktu kawin pagi hari atau sore hari
• Imbangan sex ratio adalah 1:10, artinya seekor pejantan melayani 10 ekor induk
• Perkawinan kembali setelah beranak. Apabila yang diharapkan dari ternak kelinci adalah bakalan maka induk bisa dikawinkan 7-10 hari setelah beranak. Tapi apabila yang diinginkan nnatinya adalah sebagai ternak pengganti (stock replacement) maka sebaiknya induk dikawinkan kembali 40-45 hari setelah beranak atau setelah anak-anak lepas sapih
Kandang
Berfungsi untuk melindungi kelinci dari pengaruh luar seperti cuaca buruk, binatang buas dan pencuri. Ternak kelinci bisa dipelihara secara koloni dan individual. Namun menurut pengalaman dan pengamatan bahwa kelinci-kelinci yang dikandangkan akan lebih mudah pengawasan, dan penanganannya. Memang tidak ada standar baku dalam membuat kandang kelinci.
Intinya adalah kelinci tersebut merasa nyaman tinggal didalamnya sehingga akan menampilkan produksi terbaiknya. Tapi perlu diingat pula tentang biaya pembuatannya, jangan sampai modal nanti habis hanya untuk membuat kandang. Tetapi tidak salah kalau anda mencoba ukuran yang sering digunakan orang yaitu dengan ukuran PxLxT = 90×60×60 cm. apabila dalam sarang tersebut akan diletakkan sarang maka ukuran sarang berkisar PxLxT = 40×30×30cm.

»»  READMORE...

3.03.2011

Analisa Hasil Usaha Ternak Kambing Etawa

Dalam setiap usaha tentu kita akan berharap pada maju dan berkembangnya sebuah usaha tersebut, maka jika kita memiliki sebuah usaha tertentu haruslah memiliki analisa hasil usaha tersebut untuk kelangsungan jenis usaha tersebut.
Kali ini saya mencoba menganalisa hasil usaha beternak kambing etawa berdasar situasional yang berkembang di Desa Donorejo,Kec Kaligesing,Kab Purworejo.
1. Waktu pemeliharaan adalah 24 bulan atau 2 tahun
2. Masa Produksi di hitung dari masa induk bunting 5 bulan dan masa menyusui 3 bulan atau beranak 3 kali dalam 2 tahun.
3. Dalam sekali beranak dihitung rata-rata 2 ekor per kelahiran. Kelahiran 1 dan 3 ekor per kelahiran diabaikan.
4.Jumlah cempe yang akan di hasilkan selama 2 tahun adalah : 20 induk x 2 cempe x 3 beranak = 120 ekor cempe.
5. Angka kematian 10%, sehingga diperkirakan kematian maksimal adalah sebanyak 12 ekor.
6. (satu) ekor kambing etawa diperkirakan menghasilkan 7,5 kg pupuk kandang per bulan. Kotoran dari cempe di kesampingkan. Asumsi harga pupuk kandang di pasaran Purworejo dan sekitarnya Rp. 200/kg.
7. (satu) ekor kambing etawa diperkirakan dapat menghasilkan urine sebanyak 30 liter per bulan, dengan asumsi harga urine di pasaran Rp.1500/liter.
8. Harga cempe mengacu pada kriteria kambing standart pasar Desa Pandanrejo, Kec Kaligesing,Kab Purworejo. Harga cempe kepala hitam istimewa dikesampingkan. Karena harga tersebut tidak dapat dijadikan acuan dalam perhitungan ini. Harga patokan di ambil kisaran bulan september 2009.
9. Biaya pakan di hitung per ekor sedangkan gaji operator ternak atau karyawan di gaji berdasar 22 ekor untuk satu orang
Gaji Karyawan / operator ternak di hitung berdasar jam kerja ( 2 jam ) dalam sehari sebesar Rp 500.000 per bulan dengan asumsi operator ternak hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dalam setiap harinya untuk membersihkan kandang dan memberikan Pakan yang sudah di beli ( tidak termasuk pembelian pakan )
A. INVESTASI TETAP
Kambing betina 20 ekor @ Rp. 3.000.000.
20 ekor x Rp. 3.000.000
= Rp. 60.000.000
Kambing jantan 2 ekor @ Rp. 4.000.000
2 ekor x Rp. 4.000.000
= Rp. 8.000.000
Kandang 2 unit @ Rp. 7.500.000
2 unit x Rp. 7.500.000
= Rp. 15.000.000
Peralatan kandang Rp. 1.000.000
Total investasi tetap:
Rp. 60.000.000 + Rp. 8.000.000 + Rp. 15.000.000 + Rp. 1.000.000 = Rp. 84.000.000
B. BIAYA PRODUKSI
Biaya pemeliharaan kambing induk (22 ekor)
Biaya pakan ternak = 2.500/ ekor / hari
22 ekor x 2.500 = Rp 55.000/ hari
Biaya dalam satu bulan = 55.000 x 30 hari = Rp 1.650.000
Biaya Pakan selama 24 bulan = Rp 39.600.000
- Gaji karyawan
Rp.500.000 : 30 hari 22 ekor
Biaya gaji selama 24 bulan = Rp.12.000.000
Total Biaya Produksi :
Rp 39.600.000 + Rp 12.000.000 = Rp 51.600.000
C. PROYEKSI PENDAPATAN
Penjualan cempe
108 ekor x Rp. 1.500.000
= Rp. 162.000.000
Penjualan induk afkir
20 ekor x Rp. 1.500.000
= Rp. 30.000.000
Penjualan pupuk kandang
7,5 kg x 12 bulan x 2 tahun x Rp. 200 x 20 ekor
= Rp. 720.000
D. REKAPITULASI PENDAPATAN
1. Biaya-biaya:
- Biaya investasi Rp. 84.000.000
- Biaya pemeliharaan selama 2 tahun Rp 51.600.000
Total biaya Rp. 135.000.000
2. Pendapatan;
- Penjualan cempe Rp. 162.000.000
- Penjualan induk afkir Rp. 30.000.000
- Penjualan pupuk kandang Rp. 720.000
Total pendapatan Rp. 192.720.000
Keuntungan yang bisa diperoleh adalah sbb:
Rp. 192.720.000– 135.000.000
= Rp. 57.120.000
Penghasilan per bulan
= Rp. 57.120.000 : 24 bulan
= Rp. 2.380.000
Dengan 20 ekor betina kita per bulan mendapatkan penghasilan sebesar = Rp. 2.380.000 Estimasi keuntungan tersebut belum termasuk kalau hasil cempe yang di keluarkan berkualitas super. Karena pada dasarnya harga cempe yang bener-bener super itu tidak ada batasan harganya . sebagai gambaran, penulis pernah menjual cempe jantan umur 3 bulan dengan harga 7,5 juta seekor.
jadi barometer penghasilan tersebut di atas adalah mengacu pada criteria terendah di pasar kambing etawa Desa Pandanrejo
dan estimasi ini berdasar waktu terpendek untuk mencoba dalam waktu produksi total tentunya akan memakan waktu selama 5 tahun yang akan menghasilkan perhitungan yang berbeda sebab investasi kandang akan berumur lebih dari 5 tahun .

Sumber : http://www.gunungkelir.com/2009/11/analisa-hasil-usaha-ternak-kambing-etawa/
»»  READMORE...
Adsense Indonesia ads review tanahsakti.blogspot.com on alexa.com