2.04.2011

Sekepal Tanah Syurga

Danau gunung tujuh dilihat dari Gunung Kerinci

K

erinci Yang terletak di antara perbatasan Jambi dan Sumatera Barat,  daerah ini yang berjarak 400 km dari pusat kota Jambi dan dari padang 250 km. Daerah ini bisa dibilang surga dunia wisata bagi wisatawan. Daerah ini memiliki banyak terdapat pesona alam dan budaya, yang terbilang unik dan klasik. 
Bukit Kayangan, satu kawasan perbukitan dekat kota Sungai Penuh, pusat kota kabupaten yang telah dimekarkan dan berjarak 10 kilometer dari pusat kota. Memandang ke arah barat, pepohonan rimbun memenuhi gugusan Bukit Barisan. Berpaling ke timur, Kota Sungai Penuh terhampar di sebuah lembah bepermukiman padat. Tampak pula Danau Kerinci dengan airnya yang kebiruan.
Di puncak bukit itu kita bisa merasakan udara dingin yang segar. Kabut dengan cepat menyelimuti seluruh pemandangan. Bak berada dalam dunia mimpi. ”Bukit ini jadi favorit wisatawan yang ingin menikmati seluruh kawasan Kerinci dari kejauhan.
Perkebunan teh Kayu Aro yang memiliki luas 3.020 Ha adalah perkebunan teh dalam satu hamparan yang terluas di dunia, berada pada ketinggian 1.600 Mpl. Perkebunan teh ini adalah perkebunan ter yang tertua di Indonesia.
Di hamparan  hijau ini, kita serasa berada di negeri impian yakni syurga, kita bisa melihat gunung kerinci yang menjulang bak seperti atap dunia, gunung ini merupakan gunung berapi yang tertinggi di sumatera dengan ketingian 3805 mpl,. Tak jauh dari kawasan ini terdapat Danau gunung tujuh merupakan danau vulkanik yang terbentuk akibat letusan gunung berapi di masa lalu, Danau ini berada di ketinggian 1.996 mpl dan merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara.
Kerinci terasa semakin sempurna ketika kita mengetahui bahwa daerah itu juga kaya akan seni dan budaya tradisional,  tari dan lagu. Ada pula sejumlah benda purbakala peninggalan zaman megalitik pada awal Masehi, Selain itu ada pula Danau Kaca, Rawa Bento, Air Terjun Telung Berasap, Mesjid agung yang berukir , Go'a, Air Panas Sumurup, air panas sungai medang dan tempat yang lain.
Karena demikian indahnya kerinci sehingga pengarang/sastrawan terkenal kerinci yaitu A.Gazali Rioja mengibaratkan kerinci sebagai "SEKEPAL TANAH SYURGA YANG TERCAMPAK KEBUMI". Maka jangan pernah mau mati kalau anda belum ke kerinci.



2 komentar:

  1. jadi ingin Pulang.....!!!!!!

    BalasHapus
  2. Baloik lah wo, lah jadoi lamoa-lamoa di rantou uhang...

    BalasHapus