4.08.2012

Budidaya Tanaman Jambu mete

J

ambu mete merupakan salah satu jenis tanaman dengan nilai ekonomis yang tinggi dan saat ini merupakan salah satu komoditas ekspor yang memiliki prospek yang cerah. Daya serap pasar yang cukup tinggi ini disebabkan biji mete dan beberapa bagian tanaman yang lain memiliki nilai manfaat yang tinggi serta hampir seluruh bagian tanaman jambu mete memiliki kegunaan bagi manusia. Dengan tingkat adaptasi tanaman yang cukup tinggi serta kemudahan dalam budi daya, jenis tanaman ini masih memiliki peluang lebar untuk dikembangkan lebih lanjut. Adapun pedoman dalam melaksanakan budi daya jambu mete adalah sebagai berikut :

PEMBIBITAN
Salah satu komponen yang ikut menentukan kualitas tanaman serta hasil panen jambu mete adalah pemilihan bibit dengan kualitas unggul. Pada budi daya jambu mete, tanaman dapat diperbanyak secara generatif melalui biji atau secara vegetatif dengan cara pencangkokan, okulasi, dan penyambungan. Jika menggunakan biji, maka jenis biji yang akan ditanam harus berasal dari pohon induk pilihan.
Cara penanganan biji mete untuk benih adalah : buah mete/calon bibit dipanen pada pertengahan musim panen. Buah mete yang dipilih sudah matang dan tidak cacat. Selanjutnya biji mete segera dikeluarkan dari buah semu lalu dicuci bersih, kemudian disortir. Tahapan berikutnya biji mete dijemur sampai kadar air 8-10%. Supaya lebih awet untuk disimpan, untuk biji jambu mete yang dikemas dalam kantong plastik, aliran udara di ruang penyimpanan harus lancar dengan suhu antara 25-30 derajat C dan kelembaban: 70 -80%. Lama waktu penyimpanan bibit q 6 bulan, paling lama 8 bulan. Hal yamg terpenting adalah sebelum ditanam, benih (biji mete) harus disemai terlebih dahulu. 
 
PENGOLAHAN MEDIA TANAM
Tahapan kedua dalam budi daya tanaman jambu mete adalah pengolahan tanah yang akan digunakan sebagai media penanaman bibit jambu. Adapun tahapan dalam pengolahan media tanaman jambu mete adalah sebagai berikut :
1) Persiapan
Sebelum ditanami lahan harus dibersihkan dahulu, pH harus 4-6, tanah tanaman jambu mete sangat toleran terhadap lingkungan yang kering ataupun lembab, juga terhadap tanah yang kurang subur. Daerah dengan tanah liat pun jambu mete dapat tetap bisa hidup dan berproduksi dengan baik. Saat tanam jambu mete adalah awal musim hujan, pengolahan tanah sudah dimulai di musim kemarau.
2) Pembukaan lahan
Lahan yang akan ditanami jambu mete harus terbuka atau terkena sinar matahari dan disiapkan sebaik-baiknya.Tanah dibajak/dicangkul sebelum musim hujan. Batang-batang pohon disingkirkan dan dibakar, untuk tanah yang pembuangan airnya kurang baik dibuatkan parit-parit drainase.
3) Pemupukan
Pemberian pupuk kandang dimulai sejak sebelum penanaman. Sebaiknya di saat tanaman masih kecil, pemupukan dengan pupuk kandang itu diulangi barang dua kali setahun. Caranya dengan menggali lubang sekitar batang, sedikit di luar lingkaran daun. pupuk atau kompos dimasukkan ke dalam lubang galian itu. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan menggali lubang, di luar lubang sebelumnya. Pemberian pupuk kandang dan kompos, kecuali dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan fisik tanah.

TEKNIK PENANAMAN
Seterlah bibit tanaman jambu mete dengan kualitas yang baik tersedia serta media tanam siap digunakan, kita melangkah lebih lanjut pada proses dan teknik penanaman jambu mete. Tahapan yang perlu dilakukan dalam penanaman jambu mete adalah sebagai berikut :
Penentuan Pola dan Jarak Tanam
Pada budi daya monokultur jarak tanam dianjurkan 12 x 12 m. Maka dalam setiap satu ha lahan jumlah total tanaman yang dibutuhkan sebanyak 69 batang. Jarak tanam dapat dibuat dengan ukuran 6 X 6 m sehingga jumlah total tanaman yang dibutuhkan adalah 276 batang/ha. Kerapatan tanaman kemudian dijarangkan pada umur 6-10 tahun.
Untuk efisiensi lahan, dapat diterapkan budi daya polikultur. Beberapa jenis tanaman bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan sebagai tanaman sela. Sebagai contoh adalah tanaman palawija, rumput setaria, dan jambu mete. Bibit jambu mete yang berasal dari pencangkokan dapat ditanam dengan jarak 5 x 5 m, bila jarak tanam jambu mete 10 x 10 m. Kedua bentuk ini hanya dapat diterapkan di lahan datar. Di lahan miring harus disesuaikan dengan garis kontur. 

Pembuatan Lubang Tanam
Selanjutnya dibuat lubang tanam yang dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a) Tanah digali dengan ukuran : 30 x 30 x 30 cm. Bila jenis tanahnya sangat liat, ukuran lubang tanam dibuat: 50 x 50 x 50 cm. Bila di lubang tanam terdapat lapisan cadas, harus ditembus, agar akar dapat tumbuh sempurna dan terhindar dari genangan air.
b) Pada waktu penggalian lubang, lapisan tanah bagian atas dipisahkan ke arah Utara dan Selatan serta lapisan bawah ke arah Timur dan Barat.
d) Lubang tanam dibiarkan terbuka q 4 minggu. Pada waktu penutupan lubang, tanah lapisan bawah dikembalikan ke tempat semula, disusul lapisan atas yang telah bercampur dengan pupuk kandang q 1 pikul.
e) Di lubang tanam yang telah ditimbun dibuat ajir agar lubang tanam mudah ditemukan kembali.

Cara Penanaman
Penanaman dapat dilakukan 4–6 minggu setelah lubang tanam disiapkan. Untuk mengurangi keasaman tanah, pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan pada musim kemarau.Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
a) Bibit yang akan ditanam dilepas dari polybag. Tanah yang melekat pada akar dijaga jangan sampai berantakan agar perakaran bibit tidak rusak.
b) Penanaman dilakukan sampai sebatas leher akar atau sama dalamnya seperti sewaktu masih dalam persemaian. Bila menggunakan bibit dari okulasi dan sambung, diusahakan akar tunggangnya tetap lurus. Letak akar cabang diusahakan tersebar ke segala arah. Ujung-ujungnya yang patah/rusak sebaiknya dipotong.
c) Tanah disekitar batang dipadatkan dan diratakan agar tidak dapat terdapat rongga-rongga udara di antara akar dan tidak terjadi genangan air. Tanaman perlu diberi penyangga dari bambu agar dapat tumbuh tegak.

Pemeliharaan Tanaman
Sebagai langkah akhir dari budi daya jambu mete, namun juga memiliki manfaat yang penting adalah pemeliharaan tanaman jambu mete. Tahap ini terdiri dari beberapa perlakuan yakni :

§ Penyiraman
Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air. Oleh karena itu tanaman perlu disiram pada pagi dan sore hari. Penyiraman dilakukan secukupnya dan air siraman jangan sampai menggenangi tanaman.

§ Penyulaman
Penyulaman dilakukan setelah tanaman berumur 2-3 tahun. Apabila tanaman berumur q 3 tahun maka pertumbuhan tanaman sulaman umumnya kurang baik atau akan terhambat.

§ Penyiangan dan Penggemburan
Bibit jambu mete mulai berdaun dan bertunas setelah 2-3 bulan ditanam. Pembasmian gulma sebaiknya dilakukan sekali dalam 45 hari. Tanah yang disiram setiap hari tentu semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit. Akibatnya, akar tanaman tidak leluasa menyerap unsur hara. Untuk itu tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan.

§ Pemupukan
Tanaman jambu mete dipupuk dengan pupuk kandang, kompos, atau pupuk buatan. Pemberian pupuk kandang/ kompos dilakukan dengan cara menggali parit melingkar, di luar tajuk sebanyak q 2 blek minyak tanah (q 20 kg). Pupuk dituangkan ke dalam parit dan ditutup dengan tanah. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan pupuk buatan.

§ Pemangkasan
Cara pemangkasan tanaman jambu mete dilakukan sebagai berikut:
a) Tunas-tunas samping pada bibit terus-menerus dipangkas sampai tinggi cabang mencapai 1 – 1,5 m dari tanah.
b) Pilih 3 – 5 cabang sehat dan baik posisinya terhadap batang pokok .
c) Pemangkasan ini dilakukan sebelum tanaman berbunga. Pemangkasan untuk pemeliharaan dilakukan setelah tanaman berbuah.

§ Penjarangan
Penjarangan dilakukan bertahap pada saat tajuk tanaman saling menutupi. Apabila jarak tanaman 6 x 6 m dan ditanam secara monokultur maka tajuk tanaman diperkirakan sudah bersentuhan pada tahun 6 – 10 tahun. Pada saat itu penjarangan mulai dilakukan.

0 komentar:

Posting Komentar