5.28.2011

Budidaya lele

I. Pendahuluan.
Lele merupakan ikan Yangg digemari masyarakat, bersama rasa Yangg lezat, daging empuk, duri teratur & bisa disajikan dalam berbagai jenis menu masakan. PT. NATURAL NUSANTARA bersama prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas & Kesehatan) membantu petani lele bersama paket produk & teknologi.
II. Pembenihan Lele.
Adalah budidaya lele guna mendapatkan benih berukuran tertentu bersama teknik mengawinkan induk jantan & betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek Yangg bagus bersama tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.
III. Sistem Budidaya.
Terdapat 3 sistem pembenihan Yangg dikenal, antara lain :
1. Sistem Massal. Dilakukan bersama menempatkan lele jantan & betina dalam kolam bersama perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa menemukan pasangannya guna diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga begitu tergantung pada keaktifan induk jantan menemukan pasangannya.
2. Sistem Pasangan. Dilakukan bersama menempatkan induk jantan & betina pada kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan Yangg cocok antara kedua induk.
3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).
Dilakukan bersama menarik lele guna memijah / tterjadi ovulasi bersama suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, Yangg terdapat di sebelah bawah otak besar. guna keperluan ini ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise Yangg juga dari lele.
IV. Tahap Budidaya.
A. Pembuatan Kolam.
Ada dua macam/tipe kolam, antara lain bak & kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan bersama lahan Yangg ada. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele mempunyai :
Kolam tandon. memperoleh input air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi guna pengendapan lumpur, persediaan air, & penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air guna kolam Yangg lain.
Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan & bertina sellama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri Yangg sekalian sebagai pematangan sel telur & sel sperma.
Kolam Pemijahan. perkawinan induk jantan & betina. Pada kolam ini tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu & lain-lain sebagai hubungan induk jantan & betina.
Kolam Pendederan. Berfungsi guna membesarkan anakan Yangg menetas & berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan awali memerlukan pakan, Yangg sebelumnya masih memakai cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.
B. Pemilihan Induk
Induk jantan mempunyai tanda :
- tulang kepala berbentuk pipih
- warna Lebihh gelap
- gerakannya Lebihh lincah
- perut ramping terlihat Lebihh geude daripada punggung
- alat kelaminnya berbentuk runcing.
Induk betina bertanda :
- tulang kepala berbentuk cembung
- warna badan Lebihh cerah
- gerakan lamban
- perut mengembang Lebihh geude daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.
C. Persiapan Lahan.
Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :
- Pengeringan. guna membersihkan kolam & sangat berbahaya berbagai bibit penyakit.
- Pengapuran. Dilakukan bersama kapur Dolomit / Zeolit dosis 60 gr/m2 guna mengembalikan keasaman tanah & sangat berbahaya bibit penyakit Yangg mati oleh pengeringan.
- Perlakuan TON (Tambak Nusantara). guna menetralkan berbagai racun & gas berbahaya Hasill pembusukan bahan sisa budidaya sebelumnya bersama dosis 5 botol TON/ha / 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga bisa dilakukan guna menambah kesuburan lahan.
- Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm & dibiarkan sellama 3-4 hari guna menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam Yangg bisa dilakukan ialah :
- Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
- Penjemuran bak supaya kering & bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh & segera diberi perlakuan TON bersama dosis sama
D. Pemijahan.
Pemijahan ialah pertemuan induk jantan & betina guna mengeluarkan sel telur & sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin antara lain alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur Yangg dibuahi menempel pada sarang & dalam 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.
E. Pemindahan.
Cara pemindahan :
- kurangi air di sarang pemijahan tinggi air 10-20 cm.
- siapkan penampungan bersama baskom / ember Yangg diisi bersama air di sarang.
- samakan suhu pada kedua kolam
- pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan bersama cawan / piring.
- pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan bersama hati-hati pada malam hari, karena masih rawan terhadap tingginya suhu air.
F. Pendederan.
Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, antara lain 5 – cm, – 9 cm & 9 – 12 cm bersama harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok / penutup dari plastik guna menghindari naiknya suhu air Yangg menyebabkan lele gampang stress. Pemberian pakan awali dilakukan Semenjak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.
V. Manajemen Pakan.
Pakan anakan lele berupa :
- pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air & cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 – 4 hari.
- Pakan guna umur diatas 3 – 4 hari. Kandungan nutrisi tinggi, terutama kadar proteinnya.
- guna menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan dicampur bersama POC NASA bersama dosis satu – .2. cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), guna meningkatkan pertumbuhan & ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein & vitamin dalam total Yangg optimal.
VI. Manajemen Air.
Ukuran kualitas air bisa dinilai secara fisik :
- air bersih
- berwarna hijau cerah
- kecerahan/transparansi sedang (30 – 40 cm).
Ukuran kualitas air secara kimia :
- bebas senyawa beracun seperti amoniak
- mempunyai suhu optimal (22 – 26 0C).
Untuk menjaga kualitas air supaya selalu dalam Yangg optimal, pemberian pupuk TON begitu diperlukan. TON Yangg mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat & asam humat bisa menumbuhkan & menyuburkan pakan alami Yangg berupa plankton & cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun & ekosistem kolam Yangg seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada waktu oleh lahan bersama teknik dilarutkan & di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada pemasukan air Baruu / sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON ialah 25 g/100m2.
VI. Manajemen Kesehatan.
Pada dasarnya, anakan lele Yangg dipelihara akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh Yangg tinggi. Anakan lele menjadi sakit Lebihh banyak disebabkan oleh keadaan lingkungan (air) Yangg jelek. keadaan air Yangg jelek begitu mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik Yangg berupa protozoa, jamur, bakteri & lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, Yangg Lebihh utama dilakukan ialah penjagaan keadaan air & pemberian nutrisi Yangg tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON & POC NASA begitu besar. tetapi andai anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan guna pengobatan Yangg sesuai. Penyakit-penyakit Yangg disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri & jamur bisa diobati bersama formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) / garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati & dosis Yangg dipakai juga sesuai.

Sumber: http://blogwalking.web.id/18089/budidaya-lele/

1 komentar:

  1. UD. NABILA LELE

    Kami petani lele dari Sleman-Yogyakarta yang sudah berpengalaman. Kami menjual induk dan bibit lele sangkuriang berbagai ukuran. Melayani pengiriman keluar kota dan luar pulau. Alamat : Jl. Kaliurang Km 13,5 Sleman-Yogyakarta.
    Bibit lele yang kami hasilkan adalah bibit lele berkualitas, telah terbukti dengan penanganan yang baik dan benar bibit lele hasil dari produksi kami dapat berkembang dengan baik dan cepat pertumbuhannya. Berikut kami informasikan data dari tempat usaha pembibitan lele kami :
    Jenis : Sangkuriang (Sertifikat)
    Sistem : Intensif.
    Pemijahan : Alami.
    Sumber air : Air tanah / sumur.
    Kolam : Terpal dan semen
    Pakan : Cacing sutra.
    Pengangkutan:Dikemas dlm kotak styrofoam penahan panas, tahan sampai 16 jam.
    Kota tujuan : Seluruh Indonesia.
    Kapasitas pengiriman :
    UKURAN : KAPASITAS / Ekor / BOX :
    2-2 cm : 15.000.
    2-3 cm : 8.000.
    3-4 cm : 7.000.
    3-5 cm : 5.000.
    4-6 cm : 4.000
    5-7 cm : 3.000
    Induk : 15.
    Untuk informasi harga murah berkualitas silahkan contak person Andy 085753563403 / 081227354545, kunjungi blog kami di www.mbenih.blogspot.com atau datang langsung ke lokasi pembibitan kami di Jl.Kaliurang Km 13,5 Sleman (10 meter selatan Honda AHASS)
    Datang….Lihat dan tentukan keputusan yang terbaik bagi anda…..

    Catatan :
    Cara mempersiapkan air kolam terpal/semen sebelum bibit ditebar :
    a) Masukkan air setinggi 30 cm dengan cara dipercikkan
    b) Tebar garam ikan/garam grasak 100 g / m2
    c) Diamkan selama 3 hari
    d) Masukkan urea 10 g / m2 dan katalis plankton (probiotik) yang mengandung bakteri nitro (Em4, Sell multi) dosis 10 ml / m2
    e) Diamkan selama 5 hari sampai air berubah warna kuning kehijauan
    f) Volume air ditambahkan hingga 60 - 70 cm dan bibit siap ditebar.

    BalasHapus