10.05.2011

6 Kebahagian Di Dunia

Menurut Ibnu Abbas salah seorang ulama tafsir di kalangan sahabat pernah menyebutkan bahwa yg dimaksud kebahagiaan dunia itu ada 6 yaitu :

  1. Pasangan hidup yg sholeh, Pasangan hidup yg terdapat dalam Al-Quran dalam surat At-Tahrim disebutkan ada 3 macam pasangan hidup kita yaitu :
    a > Tipe pasangan hidup Nabi Nuh, Nabi Nuh adalah orang sholeh, beliau diberi umur hampir 1.000 tahun dan hampir dari seluruh umur habis untuk berdakwah, tapi ternyata istri sendiri yang termasuk menentang dakwahnya. Ada tipe seperti ini suami tdk pernah ketinggalan sholat shaum senin-kamis namun istri tidur saja.
    b > Seperti Firaun, Kita kenal Firaun merupakan simbol kedzoliman dan ketakaburan. Apalagi ada 3 pencetus kesombongan yaitu :
    Ilmu, Kekayaan dan kekuasaan. 3 hal ini ada pada Firaun. Namun Firaun sanga' begitu dzolim dan takabur.
    Kata Rasul ada 3 wanita sholehah : - Khadijah : istri Rasulullah - Maryam : ibunda nabi Isa dan Asiyah : istri Firaun. Asiyah ini adalah istri yang taat beribadah namun sang suami jauh dari Allah.
    c > Keluarga Imron, Imron adalah orang sholeh yang pula mempunyai istri sholeh, punya anak orang sholeh dan cucu juga sholeh. Sebenarnya bukan hanya keluarga Imron saja, ada keluarga Rasulullah yang pula begitu yaitu keluarga Ibrahim, namun mereka semua Nabi sedang Imron bukan Nabi.
    Bagi yg belum menikah ada 5 kriteria pasangan hidup : tampan/cantik, cakap, pandai, kaya dan sholeh. Namun setelah dicari, tak dapat 5 kriteria tersebut, yg penting adalah hidup yang bermanfaat dan sholeh. Tentu harus klop antara doa dan ikhtiar, mencari pasangan sholeh jangan dicari di diskotek, cafe ataupun tempat sejenis. Tapi carilah di Majelis Taklim, atau Masjid.
  2. Anak yang jadi penyejuk hati, Anak bisa jadi surga dunia atau neraka dunia. Walau keluarga pas-pasan, tapi mempunyai anak yang sholeh maka dianggap oleh lingkungan sebagai keluarga yang sukses/berhasil.
  3. Lingkungan yang sholeh, Kalau kita punya teman yg sholeh itu adalah kebahagiaan dunia. Tidak semua orang pintar/cerdas arif dalam menghadapi persoalan. Tidak selama kecerdasan berbanding lurus dgn kebijaksanaan. Majelis taklim bukan hanya sekedar ilmu tapi mencari teman-teman dan lingkungan yang sholeh. Nabi bersabda: Siapa yg duduk di majelis taklim dan niatnya ikhlas maka malaikat akan memberi barokah kepada majelis itu dan langkah yg dilakukan akan menjadi kifarah atas dosa-dosanya. Maka yg rumah jauh itu lebih bagus asal ikhlas.
  4. Harta yang halal, Kalau yg menjadi paradigma kita atau tolak ukur kita itu harta yang banyak hati-hati kita cenderung menghalalkan segala cara. Karena demi memperoleh hal-hal tersebut. Tapi kalau tolak ukur kita itu harta yg halal insya Allah kita akan bekerja keras mencari yg halal syukur-syukur bisa banyak. Sehingga bagaimanapun harta yg banyak itu akan memberikan kemudahan bagi kita dalam ber-taqarub kepada Allah.
  5. Keinginan untuk memahami Islam dan mau mengamalkan, Ada keinginan/semangat utk memahami Islam itu patut disyukuri sebab tanpa keinginan yg kuat dan karunia Allah kita tak mungkin hadir disini. Problem terbesar yg dihadapi umat Islam adalah banyak yg mengakui diri muslim tapi tak mau memahami Islam, itulah problem kita.
  6. Umur yang barokah, Nabi bersabda : Kalau kamu meninggal kamu akan mendengar derap kaki orang yg mengantarkan kamu itu pulang dan yg setia menemani adalah amal sholeh. Maka ukuran kebahagiaan dunia adalah bagaimana kita bisa mengisi hidup dengan kesholehan. Usia makin bertambah kita, begitu juga kesholehan kita harus semakin bertambah.
Jadi ketika kita mengatakan ‘Ya Allah beri kami kebahagiaan dunia’.enam hal itulah yg kita minta. Pasangan hidup yg sholeh, anak yg sholeh, lingkungan yg sholeh, harta yg halal, keinginan utk memahami Islam dan umur yg barokah.
Insya Allah...

0 komentar:

Posting Komentar