10.05.2011

Surga dan segala Keindahan yang ada di dalamnya

Buah dari segala aktifitas ketaatan dan ibadah kita kepada Allah Swt adakalanya dibalas langsung di dunia ini, dan tidak sedikit yang ditangguhkan. Artinya Allah Swt terus menguji hambanya yang sholeh dan sholehah, dan tidak sedikit dari mereka yang menderita secara fisik saat dunia. Namun hati mereka bahagia karena ridho terhadap ketentuan-Nya, mereka tidak bersedih hati dan justru mereka senang dan bahagia.
Itulah buah dari ibadah dan taat kita kepada Allah Swt, kita tidak pernah berprasangka buruk terhadap-Nya. Dan segalanya hanya kepada Allah Swt kita berserah diri, dan bertaubatlah dan selalu meminta ampunan (dengan memperbanyak istighfar) serta beramal sholeh, niscaya kelak di akhirat nanti kita akan mendapatkan balasan surga. Sebagaimana yang Allah Swt telah dijanjikan.
Adapun surga yang telah dijanjikan Allah Swt kepada hamba-hamba-Nya yang taat adalah sebagaimana yang digambarkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist; “Saat Nabi Muhammad Saw melakukan Isra’ Mi’raj, Beliau melihat malaikat Jibril dalam rupanya yang asli (Saat di Sidrotil Muntaha), dimana disampingnya (didekatya) adalah surga.
Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang beriman, beramal sholih dan bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Mereka yang mengatakan bahwa Allah Swt adalah Tuhan-ku, kemudian meneguhkannya serta mereka yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah Swt dengan harta dan jiwa mereka. Dan bagi mereka yang bertaubat dan bertaqwa kepada Allah Swt serta mereka yang menahan amarahnya dan suka memaafkan kesalahan orang lain. Dan bagi merekalah surga yang telah Allah Swt janjikan.
Dan bagi mereka yang khusyu’ dalam sholatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. dan orang-orang yang memelihara sholatnya.
Dan bagi mereka yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Dan barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan bagi mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, yakni yang akan mewarisi syurga firdaus, dan mereka kekal di dalamnya.
Surga yang mempunyai delapan pintu, salah satu pintunya bernama “Ar-Rôyan”, yakni pintu yang disediakan bagi orang-orang yang berpuasa. Dan bagi setiap mukmin yang masuk surga disediakan beberapa pintu; Satu pintu untuk masuk ke dalam surga, satu pintu untuk istrinya, satu pintu untuk tamu-tamunya yaitu para malaikat dan teman-temannya, satu pintu menuju neraka, dimana para penghuni surga dapat melihat orang-orang yang ada di dalam neraka sehingga bertambahlah rasa nikmat yang diberikan Allah Swt atas dirinya dan satu pintu ke arah “Dar as-Salam” (Arsy), dimana para penghuni surga dapat melihat wajah Allah Swt kapan saja ia kehendaki. Adapun kunci surga (Miftahul Jannah) adalah kalimat Tauhid (Lâ ilâha illâllâh) dan kalimat Hauqolah (Lâ haula walâ quwwata illâ billâh).
Bagi mereka yang ingin memasukinya, maka hendaklah dalam hidup ini kita selalu berjalan dijalan-Nya yang lurus (Siratul Mustaqim) dan selalu mencari ridho-Nya. Dan nafkahkanlah harta dan jiwamu dijalan Allah Swt sebagai bayaran atas surga yang telah Allah Swt janjikan. “Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. (yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan”.
Diedarkan kepada mereka piring-piring yang terbuat dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap pula dipandang mata dan kamu kekal di dalamnya. Itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya dapat kamu makan.
Surga mempunyai kamar-kamar yang terbuat dari permata, dimana kita dapat melihat dhohirnya dari bathinnya dan sebaliknya. Didalamnya penuh dengan berbagai kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata atau pun didengar oleh telinga. Surga yang keharumannya dapat dirasa dan dicium dari jarak yang sangat jauh dan semakin dipandang akan semakin nampak keindahannya.
Didalamnya penuh dengan kenikmatan, kelezatan dan kesenangan yang mutlak dan abadi. Mereka (penghuni surga) makan dan minum, tetapi mereka tidak buang hajat, tidak pula sakit, tidak pula keluar ingus. Apa yang mereka makan dan minum akan menjadi angin yang keluar dengan bau yang sangat harum. Disekililingnya penuh dengan kebun-kebun yang bawahnya mengalir beberapa (empat) sumber mata air (Al-Kautsar). Dimana airnya begitu jernih, selembut salju dan rasanya lebih manis ketimbang madu. Mereka dapat memetik buah dari pohon surga kapan saja mereka mau, tak perlu menjulurkan tangan, kerena rantingnya (buahnya) akan mendekat dengan sendirinya.
Mereka berada didalam kenikmatan yang tiada tara. Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahta emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya dengan berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan, dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.
Dan golongan kanan, Alangkah bahagianya golongan kanan itu. berada di antara pohon bidara yang tak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya dan ada juga kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. penuh cinta lagi sebaya umurnya.
Disekeliling para penghuni surga disediakan beberapa pelayan, mereka (pelayan) adalah para pemuda pemudi yang tidak akan pernah tua sehingga para penghuni surga mengira bahwa mereka adalah mutiara yang bertaburan. Mereka (para pelayan) adalah anak-anak kecil yang meninggal dunia dan belum pernah melakukan dosa saat hidup di dunia atau anak-anak yang khusus Allah Swt ciptakan untuk melayani para penghuni surga. Mereka saling bahagia, karena pada dasarnya mereka semua adalah penghuni surga.
Diantara penghuni surga dapat saling mengunjungi satu sama lain. Mereka bercakap-cakap dan berkatalah salah seorang dari mereka: Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman, yang berkata:
“Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?”. “Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang dan apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?”. berkata pulalah ia: “Maukah kamu meninjau (temanku itu)?”. Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala. ia berkata (pula): “Demi Allah Swt, Sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku. Jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka). Maka Apakah kita tidak akan mati?, melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)?. Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar.
Mereka juga bercakap-cakap dengan penghuni neraka; Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan):
“Sesungguhnya Kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan Kami menjanjikannya kepada kami. Maka Apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?”.
Mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul”.
Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah Swt ditimpakan kepada orang-orang yang zalim, (yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat”.
Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A’raaf (tempat yang tertinggi di antar surga dan neraka) itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. dan mereka menyeru kepada penduduk surga:
“Salaamun ‘alaikum (mudah-mudahan Allah Swt melimpahkan Kesejahteraan atas kamu)”. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).
Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata:
“Wahai Tuhan Kami, janganlah Engkau tempatkan Kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu”.
Dan orang-orang yang di atas A’raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan:
“Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu”. (orang-orang di atas A’raaf bertanya kepada penghuni neraka):
“Itukah orang-orang (penghuni surga) yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah Swt?”. (kepada orang mukmin itu dikatakan):
“Masuklah ke dalam syurga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati”. Dan penghuni neraka menyeru kepada penghuni syurga:
“Limpahkanlah kepada Kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah Swt kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah Swt telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir.
Para penghuni surga juga dipertemukan dengan penghuni-penghuni surga yang lain beserta keluarga mereka saat di dunia. Orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan.
Allah Swt hubungkan anak cucu mereka dengan penghuni surga dan Allah Swt tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. Dan Allah Swt memberi mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka inginkan.
Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa. dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan. dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain dan saling tanya-menanya. Mereka berkata:
“Sesungguhnya Kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga Kami merasa takut (akan diazab)”. Maka Allah Swt memberikan karunia kepada Kami dan memelihara Kami dari azab neraka. Sesungguhnya Kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.
Didunia ini tidak ada kerunia Allah Swt yang lebih besar dari pada wanita (istri yang sholehah). Disurga pun demikian, wanita (bidadari) menjadi daya terik tersendiri yang menjadi kesenangan bagi para penghuni surga. Adapun mereka (para bidadari) adalah wanita-wanita dunia yang masuk surga dan ada pula yang khusus Allah Swt ciptakan sebagai bidadari. Keduanya sama indahnya, sama cantiknya dan sama-sama menariknya. Mereka saling cumbu rayu dan bersenang-senang dengan kesibukannya, dalam tempat yang teduh serta bertelekan diatas dipan-dipan.
Adapun kenikmatan dari sekian banyak kenikmatan-kenikmatan yang ada di surga adalah kenikmatan melihat Wajah Allah Swt. Hal ini sesuai dengan Firman-Nya: Artinya; Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. kepada Tuhannyalah mereka melihat. (QS: Al-Qiyâmah: 22-23).

Sumber : http://agama.kompasiana.com/2010/05/23/surga-dan-segala-keindahan-yang-ada-didalamnya/

0 komentar:

Posting Komentar