Tampilkan postingan dengan label asyiknya bertani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asyiknya bertani. Tampilkan semua postingan

1.07.2013

Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Padi

Padi merupakan komoditas utama yang selalu di buadidayakan oleh petani indonesia. Tetapi disini banyak hal yang menjadi kendala dalam produktifitas budidaya. Seperti aduan para petani yang kebetulan menjadi rekan kerja saya saat itu, beliau berkata ” mas, kenapa dengan pupuk yang diproduksi saat ini kualitasnya kurang bagus, tak seperti pupuk pada masa lalu, yang hanya membutuhkan jumlah pemaikan yang sedikit sudah membuahkan hasil yang cukup besar. apa ini permainan pasar ? ” dari pertanyaan sahabat tani yang satu ini, saya dapat menyimpulkan menerangkan bahwa, inti dari suatu prosen budidaya tanaman khususnya padi itu tidak di bisa di tumpukan pada pemupukan saja.

Ada beberapa yang perlu sahabat tani ketahui dalam proses budidaya ;
1. Kenali varietas padi yang anda tanam.
2. Pengolahan lahan yang baik.
3. Pengairan yang optimal ( saluran pemasukan dan saluran pengeluaran dapat berjalan dg baik )
4. Pemupukan yang berimbang.
5. Pengendalian OPT dan Penyakit pada tanaman.
Dari lima hal yang perlu sahabat petani ketahui diatas, hal yang paling petani kurang dipahami adalah pemupukan yang berimbang.

Apasih pemupukan yang berimbang itu ? Apa kita harus memupuk semua kandungan dg takaran yang sama ?. Tentunya yang di maksut pemupukan berimbang disini bukan sperti itu sahabat tani.
Pengertian dari pemupukan seimbang adalah pemupukan yang di andasi dengan kebutuhan akan unsur makro dan mikro sesuai dengan kebutuhan tanaman. Apa sih yang dimaksud unsur makro dan mikro ? unsur makro adalah unsur yang di butuhkan oleh tanaman dg jumlah yang relatif besar seperti N, P, K. senangkan unsur mikro adalah unsur yang dibutuhkan tanaman yang relatif sedikit contohnya Fn. Br dll.
berkaitan dengan pemupukan berimbang, saat ini pemerintah khususnya dinas pertanian dan lembaga lembanga BUMN seperti PT Petrokimia Gresik telah menerapakan dosis pupuk yang cukup untuk padi khususnya di wilayah pulau jawa.

Dosis yang di tetapkan adalah (5 : 3 : 2 ) 500 kg pupuk organik + 300kg Phonska + 200kg urea tiap satuan hektar. Atas dasar apa penetapan dosis tersebut di pakem kan ? Perlu sahabat tani ketahui, bahwa pemerintah khususnya dinas pertanian bekerja sama dengaan lembaga BUMN yang bergerk di pertanian telah meneliti kandungan unsur hara di berbagai daerah di indonesia, guna menetapakan kebutuhan unsur hara tambahan di stiap budidaya tanaman tertentu.

Apasih dampak dari pemupukan berimbang ? salah stu dampak utama adalah sahabat tani dapat meperoleh hasil yang maksimal dg biaya produsi yang minim, dg pemupukan berimbang sahabat petani dapat memperbaiki struktur tanah yang ada.

bagaimana dengan cara aplikasinya ?
dengan dosis 500kg organik + 300kg phonska + 200kg urea per satuan hektar. sahabat petani dapat mengaplikasikan 3 kali. aplikasi pertama adalah pupuk dasar. pupuk dasar adalah pupuk yang dibenamkan disaat sstelah proses pengolahan lahan (sebelum tanam. dg cara ketika lahan sedang di balik (singkal) taburkan merata 500kg  organik ke lahan seluas 1 hektar. kemudian garu / pengancuran tanah.
pemupukan yang kedua ketika tanaman berumur 14 hst (hari setelah tanam) dngan dosis 300  klg phoska + 150 kg urea. dan aplikasi yang ke 3  50 kg urea ketika tanaman mendekati fase bunting.
selamat mencoba.
»»  READMORE...

5.07.2012

Trichoderma SP Sebagai Pupuk Biologis dan Biofungisida


Trichoderma SP Sebagai Pupuk Biologis dan Biofungisda
Trichoderma SP Sebagai Pupuk
Trichoderma SP Sebagai Pupuk Biologis dan Biofungisida, Memang tanaman yang organik saat sekarang banyak di minati janganpun di dalam negeri di luar negeri sekalipun saat ini tanaman hasil dari pertanian organik laku keras karena tanaman organik tidak membahayakan kesehatan disamping itu hasil dari tanaman yang di lakukan secara organik nilai jualnya cukup bagus.

Untuk itu Trichoderma SP Sebagai Pupuk Biologis dan Biofungisida sebagai alternatif atau pengalihan atas Ketergantungan kita terhadap bahan-bahan kimia (pupuk kimia) apalagi bahan yang bersifat sebagai racun (insektisida, fungisida dan bakterisida) harus segera kita tinggalkan. Kita harus menggali bahan-bahan disekitar kita yang bisa kita manfaatkan untuk mengganti bahan-bahan kimia tersebut. Sudah saatnya kita kembali ke alam. Banyak mikroorganisme yang dapat kita manfaatkan untuk proses kelestarian lingkungan kita.
Salah satu mikroorganisme fungsional yang dikenal luas sebagai pupuk biologis tanah dan biofungisida adalah jamur Trichoderma sp. Mikroorganisme ini adalah jamur penghuni tanah yang dapat diisolasi dari perakaran tanaman lapangan. Spesies Trichoderma disamping sebagai organisme pengurai, dapat pula berfungsi sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. Beberapa spesies Trichoderma telah dilaporkan sebagai agensia hayati seperti T. Harzianum, T. Viridae, dan T. Konigii yang berspektrum luas pada berbagai tanaman pertanian. Biakan jamur Trichoderma dalam media aplikatif seperti dedak dapat diberikan ke areal pertanaman dan berlaku sebagai biodekomposer, mendekomposisi limbah organik (rontokan dedaunan dan ranting tua) menjadi kompos yang bermutu. Serta dapat berlaku sebagai biofungisida. Trichoderma sp dapat menghambat pertumbuhan beberapa jamur penyebab penyakit pada tanaman antara lain Rigidiforus lignosus, Fusarium oxysporum, Rizoctonia solani, Sclerotium rolfsii, dll.
Sifat antagonis Trichoderma meliputi tiga tipe :
  1. Trichoderma menghasilkan sejumlah enzim ekstraseluler beta (1,3) glukonase dan kitinase yang dapat melarutkan dinding sel patogen
  2. Beberapa anggota trichoderma sp menghasilkan toksin trichodermin. Toksin tersebut dapat menyerang dan menghancurkan propagul yang berisi spora-spora patogen disekitarnya
  3. Jenis Trichoderma viridae menghasilkan antibiotik gliotoksin dan viridin yang dapat melindungi bibit tanaman dari serangan penyakit rebah kecambah
Pupuk biologis dan biofungisida Trichoderma sp dapat dibuat dengan inokulasi biakan murni pada media aplikatif, misalnya dedak. Sedangkan biakan murni dapat dibuat melalui isolasi dari perakaran tanaman, serta dapat diperbanyak dan diremajakan kembali pada media PDA (Potato Dextrose Agar). Isolasi banyak dilakukan oleh kalangan peneliti maupun produsen pupuk, tetapi masih terlalu merepotkan untuk diadopsi oleh petani. Sebagai petani, untuk lebih efisiennya dapat memproduksi pupuk biologis yang siap aplikasi saja, sehingga hanya perlu membeli dan memperbanyak sendiri biakan murninya dan diinokulasikan pada media aplikatif. Atau jika menginginkan kepraktisan dapat membeli pupuk yang siap tebar untuk setiap kali aplikasi.
Dari beberapa literatur yang pernah saya baca dengan penambahan pupuk biologis Trichoderma sp akan meningkatkan efisiensi pemupupukan. Pada tanah yang tandus pemberian pupuk organik Trichoderma sp dan pupuk kimia secara bersamaan akan memberikan hasil yang maksimal daripada pemberian pupuk organik atau pupuk kimia secara terpisah walaupun dengan jumlah yang banyak. Dengan pemberian pupuk organik akan menghemat penggunaan pupuk kimia.
Biasanya penyakit layu dan busuk pangkal batang pada tanaman disebabkan oleh jamur fusarium sangat sulit dikendalikan dengan fungisida kimia. Oleh karena itu tidak ada salahnya kita mencoba mengaplikasikan pupuk biologis dan biofungisida Trichoderma sp pada tanaman kita untuk mencegah penyakit akar dan busuk pangkal batang yang dapat menyebabkan layu tanaman.

»»  READMORE...

5.03.2012

Prospek Pertanian Organik di Indonesia

Memasuki abad 21, masyarakat dunia mulai sadar bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam pertanian. Orang semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Gaya hidup sehat dengan slogan  Back to Nature  telah menjadi trend baru meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non alami, seperti pupuk, pestisida kimia sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian. Pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan pertanian organik.
 
Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Preferensi konsumen seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia meningkat pesat.

Indonesia memiliki kekayaan sumberdaya hayati tropika yang unik, kelimpahan sinar matahari, air dan tanah, serta budaya masyarakat yang menghormati alam, potensi pertanian organik sangat besar. Pasar produk pertanian organik dunia meningkat 20% per tahun, oleh karena itu pengembangan budidaya pertanian organik perlu diprioritaskan pada tanaman bernilai ekonomis tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Peluang Pertanian Organik di Indonesia
 Luas lahan yang tersedia untuk pertanian organik di Indonesia sangat besar. Dari 75,5 juta ha lahan yang dapat digunakan untuk usaha pertanian, baru sekitar 25,7 juta ha yang telah diolah untuk sawah dan perkebunan (BPS, 2000). Pertanian organik menuntut agar lahan yang digunakan tidak atau belum tercemar oleh bahan kimia dan mempunyai aksesibilitas yang baik. Kualitas dan luasan menjadi pertimbangan dalam pemilihan lahan. Lahan yang belum tercemar adalah lahan yang belum diusahakan, tetapi secara umum lahan demikian kurang subur. Lahan yang subur umumnya telah diusahakan secara intensif dengan menggunakan bahan pupuk dan pestisida kimia. Menggunakan lahan seperti ini memerlukan masa konversi cukup lama, yaitu sekitar 2 tahun.

Volume produk pertanian organik mencapai 5-7% dari total produk pertanian yang diperdagangkan di pasar internasional. Sebagian besar disuplay oleh negara-negara maju seperti Australia, Amerika dan Eropa. Di Asia, pasar produk pertanian organik lebih banyak didominasi oleh negara-negara timur jauh seperti Jepang, Taiwan dan Korea.

Potensi pasar produk pertanian organik di dalam negeri sangat kecil, hanya terbatas pada masyarakat menengah ke atas. Berbagai kendala yang dihadapi antara lain: 1) belum ada insentif harga yang memadai untuk produsen produk pertanian organik, 2) perlu investasi mahal pada awal pengembangan karena harus memilih lahan yang benar-benar steril dari bahan agrokimia, 3) belum ada kepastian pasar, sehingga petani enggan memproduksi komoditas tersebut.

Areal tanam pertanian organik, Australia dan Oceania mempunyai lahan terluas yaitu sekitar 7,7 juta ha. Eropa, Amerika Latin dan Amerika Utara masing-masing sekitar 4,2 juta; 3,7 juta dan 1,3 juta hektar. Areal tanam komoditas pertanian organik di Asia dan Afrika masih relatif rendah yaitu sekitar 0,09 juta dan 0,06 juta hektar (Tabel 1). Sayuran, kopi dan teh mendominasi pasar produk pertanian organik internasional di samping produk peternakan.

Tabel 1. Areal tanam pertanian organik masing-masing wilayah di dunia, 2002
Wilayah Areal Tanam (juta /ha)
  1. Australia dan Oceania 7,70
  2. Eropa 4,20
  3. Amerika Latin 3,70
  4. Amerika Utar 1,30
  5. Asia 0,09
  6. Afrika 0,06
Sumber: IFOAM, 2002; PC-TAS, 2002.
Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk bersaing di pasar internasional walaupun secara bertahap. Hal ini karena berbagai keunggulan komparatif antara lain : 1) masih banyak sumberdaya lahan yang dapat dibuka untuk mengembangkan sistem pertanian organik, 2) teknologi untuk mendukung pertanian organik sudah cukup tersedia seperti pembuatan kompos, tanam tanpa olah tanah, pestisida hayati dan lain-lain.

Pengembangan selanjutnya pertanian organik di Indonesia harus ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar global. Oleh sebab itu komoditas-komoditas eksotik seperti sayuran dan perkebunan seperti kopi dan teh yang memiliki potensi ekspor cukup cerah perlu segera dikembangkan. Produk kopi misalnya, Indonesia merupakan pengekspor terbesar kedua setelah Brasil, tetapi di pasar internasional kopi Indonesia tidak memiliki merek dagang.

Pengembangan pertanian organik di Indonesia belum memerlukan struktur kelembagaan baru, karena sistem ini hampir sama halnya dengan pertanian intensif seperti saat ini. Kelembagaan petani seperti kelompok tani, koperasi, asosiasi atau korporasi masih sangat relevan. Namun yang paling penting lembaga tani tersebut harus dapat memperkuat posisi tawar petani.

Pertanian Organik Modern
Beberapa tahun terakhir, pertanian organik modern masuk dalam sistem pertanian Indonesia secara sporadis dan kecil-kecilan. Pertanian organik modern berkembang memproduksi bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan sistem produksi yang ramah lingkungan. Tetapi secara umum konsep pertanian organik modern belum banyak dikenal dan masih banyak dipertanyakan. Penekanan sementara ini lebih kepada meninggalkan pemakaian pestisida sintetis. Dengan makin berkembangnya pengetahuan dan teknologi kesehatan, lingkungan hidup, mikrobiologi, kimia, molekuler biologi, biokimia dan lain-lain, pertanian organik terus berkembang.

Dalam sistem pertanian organik modern diperlukan standar mutu dan ini diberlakukan oleh negara-negara pengimpor dengan sangat ketat. Sering satu produk pertanian organik harus dikembalikan ke negara pengekspor termasuk ke Indonesia karena masih ditemukan kandungan residu pestisida maupun bahan kimia lainnya.

Banyaknya produk-produk yang mengklaim sebagai produk pertanian organik yang tidak disertifikasi membuat keraguan di pihak konsumen. Sertifikasi produk pertanian organik dapat dibagi menjadi dua kriteria yaitu:
a) Sertifikasi Lokal untuk pangsa pasar dalam negeri. Kegiatan pertanian ini masih mentoleransi penggunaan pupuk kimia sintetis dalam jumlah yang minimal atau Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA), namun sudah sangat membatasi penggunaan pestisida sintetis. Pengendalian OPT dengan menggunakan biopestisida, varietas toleran, maupun agensia hayati. Tim untuk merumuskan sertifikasi nasional sudah dibentuk oleh Departemen Pertanian dengan melibatkan perguruan tinggi dan pihak-pihak lain yang terkait.

b) Sertifikasi Internasional untuk pangsa ekspor dan kalangan tertentu di dalam negeri, seperti misalnya sertifikasi yang dikeluarkan oleh SKAL ataupun IFOAM. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain masa konversi lahan, tempat penyimpanan produk organik, bibit, pupuk dan pestisida serta pengolahan hasilnya harus memenuhi persyaratan tertentu sebagai produk pertanian organik.
Beberapa komoditas prospektif yang dapat dikembangkan dengan sistem pertanian organik di Indonesia antara lain tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, tanaman rempah dan obat, serta peternakan, (Tabel 2). Menghadapi era perdagangan bebas pada tahun 2010 mendatang diharapkan pertanian organik Indonesia sudah dapat mengekspor produknya ke pasar internasional.
Tabel 2. Komoditas yang layak dikembangkan dengan sistem pertanian organik

Kategori Komoditi
  1. Tanaman Pangan Padi
  2. Hortikultura Sayuran: brokoli, kubis merah, petsai, caisin, cho putih, kubis tunas, bayam daun, labu siyam, oyong dan baligo. Buah: nangka, durian, salak, mangga, jeruk dan manggis.
  3. Perkebunan Kelapa, pala, jambu mete, cengkeh, lada, vanili dan kopi.
  4. Rempah dan obat Jahe, kunyit, temulawak, dan temu-temuan lainnya.
  5. Peternakan Susu, telur dan daging
Sumber : http://www.litbang.deptan.go.id
»»  READMORE...

2.09.2011

TANI

P
etani suatu pekerjaan yang mulia, malukah kita jadi seorang petani....?????. Di zaman sekarang ini adalah zaman yang penuh persaingan semua dilakukan demi kelansungan hidup dan kehidupan, apalagi terbatasnya lahan pekerjaan yang tersedia. Banyak orang sukses dan maju karena mereka menjadi seorang petani dalam arti menjadi petani yang berwawasan dan berpola pikir modern dan mengerjakannya secara modern pula.

Di negara kita ini adalah negara agraris yang lahannya masih luas untuk kita garap sebagai lahan pertanian, Istilahnya kenapa mesti kita ke kota besar untuk menjari suatu pekerjaan yang belum tentu kita dapat sesuai dengan keinginana kita, okelah seandainya kita dapatpun kita menti menurut peraturan dan perintah-perintah dari atasan kita mana tau pekerjaan kita tidak sesuai dengan keinginan mereka.

Petani dari kata dasar TANI yang di berikata Awal Pe, Bagi saya Tani saya artikan :
T= tiang
A= agung
N= negara
I= indonesia

Berbahagialah kita petani karena merupakan Tiang agungnya negara kita dalam artian pertanian adalah suatu pengerak roda perekonomian negara ini, Ada pengalaman saya suatu waktu disaat kita mengalami krisis Ekonomi di tahun 1997-1998, Disuatu daerah mereka tidak merasakan saat itu negara sedang mengalami krisis karena harga-harga hasil pertanian mereka meningkat dan mereka menikmati hasil panen mereka dengan penjualan yang sangat mahal. Mereka bisa beli apa saja sesuai dengan kebutuhan mereka.

Marilah kita jadi seorang petani.....!!!!
Masih banyak lahan yang mesti kita garap....
Jadi seorang petai itu sangat lah asyik dan menyenagkan....
»»  READMORE...
Adsense Indonesia ads review tanahsakti.blogspot.com on alexa.com