Tampilkan postingan dengan label negeri impian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label negeri impian. Tampilkan semua postingan

3.04.2011

Upaih

UPAIH suatu kata yang biasa digunakan Orang Sungai Penuh dan Kerinci untuk makan siang. Upaih (makan Siang) ini istilah yang di gunakan masyarakat di daerah ini di waktu-waktu dahulu sekarang kata-kata ini sudah jarang kita dengar di ucapkan masyarakat karena pada umumnya di ganti oleh Bahasa Indonesia.

Kalau kita bercerita dengan orang-orang tua-tua mungkin masih banyak istilah-istilah yang di pergunakan orang-orang dahulu yang di pergunakan untuk menyebut hal-hal yang lain.

Seperti Nangkauk yang telah kita bahas di postingan terdahulu Upaih ini adalah Istilah Makan siang yang di pergunakan Masyarakat.
»»  READMORE...

3.02.2011

Nangkauk

Nangkauk Merupakan istilah untuk sarapan pagi sebelum mengadakan aktivitas sehari-hari. Istilah ini memang sering di gunakan oleh orang tua-tua di daerah Sungai Penuh dan Kerinci untuk melakukan sarapan pagi.

Nangkauk Istilah Ini saat sekarang Sudah jarang kita dengar ucapannya di kalangan masyarakat di karenakan pada umumnya istilah-istilah yang di gunakan pada umumnya mengudakan bahasa Indonesia, Namun bagi orang tua-tua di daerah ini ada juga kita dengar sekali-kali.

Nangkauk biasanya dilakukan di pagi hari dengan makanan sekedarnya atau di daerah ini biasanya nangkauk dengan Nasi putih yang telah di goreng di kasih garam atau istilah lainya (Nasoi Ndan) dengan lauk seadanya atau bisa juga dengan Goreng Pisang sebagai lauknya trus segelas teh hangat atau kopi hangat sambil mengrencanakan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan nantinya.
»»  READMORE...

2.25.2011

Kerinci Sekilas Pandang

Pada umumnya orang mengenal Kerinci dengan puncak tertinggi pulau Sumatera yaitu gunung Kerinci (3805 m dpl), Daerah Kabupaten Kerinci merupakan wilayah Propinsi Jambi dengan ketinggian rata–rata 700 – 800 m dpl dan geografis kira – kira 1010 sampai 1020 lintang timur dari Greenwich dan 1030’ sampai 2030’ bujur selatan, terletak dipegunungan bukit barisan Sumatera bagian tengah.

Penduduk Kerinci asli menempati rumah panggung (laheik jajo), dibangun pada sebidang tanah empat persegi panjang yang dinamai parit basudut empat, tatanan kemasyarakatan diatur menurut sistem adat yang masih dominan sampai sekarang. Sebahagian besar penduduk Kerinci merupakan petani – petani yang menggantungkan sumber nafkahnya dari bercocok tanam dan berkebun dilereng–lereng gunung yang subur.

Daerah ini berkembang dengan signifikan di segala bidang, karena banyaknya putera–puteri kerinci yang belajar keluar daerah, Kerinci telah dapat mengejar ketinggalannya dari daerah lainnya di Indonesia, sekalipun penjajahan Belanda masuk ke Kerinci baru pada tahun 1903. hal ini mungkin dikarenakan suku Kerinci terkenal berani dan menganut falsafah alam yaitu alam terbentang dijadikan guru.
Karena cepatnya penduduk Kerinci mengikuti arus modernisasi, kita merasa kebingungan untuk menemukan identitas asli dari adat–istiadat Kerinci, sekarang ini sulit kita temukan rumah adat Kerinci yang berukiran khas dengan berbagai motifnya yang indah dan pantun muda-mudi serta tale lembah Kerinci yang dapat memperkaya khasanah seni-budaya.

Dapat difahami bahwa dasar pertimbangan dari satu generasi kegenerasi berikutnya biasanya mengalami perobahan, hal ini terutama disebabkan oleh nilai materi ilmiahnya, sebagai akibat dari penemuan fakta–fakta baru serta peningkatan pengertian dari penelitian yang mendalam dan lebih luas. Alam pikiran manusia yang terwujud dalam kebudayaan senantiasa bergerak dari zaman–ke zaman dalam mencari persuasi terhadap lingkungan di mana ia berada.

Sekalipun banyak penulis mengenai Kerinci yang telah berusaha untuk mencoba menyingkap tabir misteri yang terkandung didaerah sakti Alam Kerinci, masih saja terdapat benturan dengan kenyataan yang ada, kalaupun tidak ada dikatakan didaerah mungkin halnya sudah berobah pada kurun tertentu.
Maka beralasanlah Depati Ninik Mamak buat mencoba menulis materi–materi tradisional yang masih terdapat ditengah masyarakat dusun atau pedesaan yang diakumulasikan sekitar adat Kerinci dalam Lingkungan Mendapo. Dimana kemungkinan perbedaan pendapat tetap ada antara pandangan cendikiawan dengan pamangku adat, namun hal ini tidaklah menjadi rintangan buat kita mencari jalan kebersamaan untuk pengembangan adat–istiadat didaerah ini.

Dalam Petitih ada kerinci Yang berbunyi 3 di Hilir 4 Tanah Rawang Dan 3 di mudik 4 tanah rawang yang mana maksudnya adalah  masyarakat kerinci yang beradat istiadat yang kuat serta berlandaskan agama yang kuat pula menciptakan kerukunan antara Depati yang 3 di hilir dan 3 di mudik berhimpun di Hamparan besar tanah rawang tempat bermusyawarah. Saalun suhak salatouh bdei semboyan yang terkenal untuk menyatukan masyarakat daerah kerinci.
»»  READMORE...

2.24.2011

INCUNG TULISAN KERINCI ASLI


































Tulisan incung atau bisa orang kerinci menyebutnya tulisan incong merupakan tulisan asli suku kerinci,  tulisan ini banyak terdapat di benda-benda pusaka di daerah kerinci, Disaat sekarang memang tulisan ini sudah hampir tidak kita temui lagi pemakainnya. Untuk membaca tulisan-tulisan ini di benda pusakapun hanya ada beberapa orang yang bisa.
»»  READMORE...

SUKU KERINCI

Suku Kerinci
Jumlah populasi
kurang lebih 300.000 (1996)

Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan
Kabupaten Kerinci,Jambi, Indonesia
Bahasa
bahasa Kerinci, bahasa Indonesia, bahasa Minangkabau.
Agama
Islam.
Kelompok etnis terdekat
Melayu, Minangkabau.

Wanita dan anak-anak desa suku Kerinci di masa Hindia Belanda
Suku Kerinci adalah suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Kerinci, Jambi.

Bahasa dan Budaya Kerinci

Kata Kerinci berasal dari bahasa Tamil Kurinji yaitu nama bunga kurinji (Strobilanthes kunthiana) yang tumbuh di India Selatan pada ketinggian di atas 1800m. Karena itu Kurinji juga merujuk pada kawasan pegunungan.
Suku Kerinci sebagaimana juga halnya dengan suku-suku lain di Sumatra termasuk ras Mongoloid Selatan berbahasa Austronesia.
Berdasarkan bahasa dan adat-istiadat suku Kerinci termasuk dalam kategori Melayu, dan paling dekat dengan Minangkabau dan Melayu Jambi. Sebagian besar suku Kerinci menggunakan bahasa Kerinci, yang memiliki beragam dialek, yang bisa berbeda cukup jauh antar satu tempat dengan tempat lainnya di dalam wilayah Kabupaten Kerinci. Untuk berbicara dengan pendatang biasanya digunakan bahasa Minangkabau atau bahasa Indonesia (yang masih dikenal dengan sebutan Melayu Tinggi).
Suku Kerinci memiliki aksara yang disebut surat incung yang merupakan salah satu variasi surat ulu.
Sebagian penulis seperti Van Vollenhoven memasukkan Kerinci ke dalam wilayah adat (adatrechtskring) Sumatera Selatan, sedangkan yang lainnya menganggap Kerinci sebagai wilayah rantau Minangkabau.
Suku Kerinci merupakan masyarakat matrilineal.
Sebagaimana diketahui dari Naskah Tanjung Tanah, naskah Melayu tertua yang ditemukan di Kerinci, pada abad ke-14 Kerinci menjadi bagian dari kerajaan Malayu dengan Dharmasraya sebagai ibu kota. Setelah Adityawarman menjadi maharaja maka ibu kota dipindahkan ke Saruaso dekat Pagaruyung di Tanah Datar.

Pemerintahan

Satu kelompok masyarakat di dalam satu kesatuan dusun dipimpin oleh kepala dusun, yang juga berfungsi sebagai Kepala Adat atau Tetua Adat. Adat istiadat masyarakat dusun dibina oleh para pemimpin yang jabatannya yaitu Depati dan Ninik Mamak. Dibawah Depati ada Permenti (Rio, Datuk dan Pemangku) merupakan gelar adat yang mempunyai kekuatan dalam segala masalah kehidupan masyarakat adat.Wilayah Depati Ninik Mamak disebut ‘ajun arah’. Struktur pemerintahan Kedepatian:
  • Depati Mudo Terawang Lidah berpusat di Desa PENAWAR
  • Depati Empat Pemangku Lima Delapan Helai Kain Alam Kerinci, berpusat di Rawang;
  • Depati Empat Tiga Helai Kain, berpusat di Pulau Sangkar;
  • Pegawe Rajo Pegawe Jenang Suluh Bindang Alam Kerinci, berpusat di Sungai Penuh;
  • Siliring Panjang atau Kelambu Rajo, berpusat di Lolo;
  • Depati Gembalo Sembah Tigo Luhah Pemuncak Tanah Mendapo Semurup,berpusat di Semurup ;
  • Lekuk Limo Puluh Tumbi, bepusat di Lempur;
Kekuatan Depati menurut adat dikisahkan memenggal putus, memakan habis, membunuh mati. Depati mempunyai hak yang tertinggi untuk memutuskan suatu perkara. Dalam dusun ada 4 pilar yang disebut golongan 4 jenis, yaitu golongan adat, ulama, cendekiawan dan pemuda. Keempat pilar ini merupakan pemimpin formal sebelum belanda masuk Kerinci 1903. Sesudah tahun 1903, golongan 4 jenis berubah menjadi informal leader. Pemerintahan dusun(pemerintahan Depati) tidak bersifat otokrasi. Segala maslah dusun, anak kemenakan selalu diselesaikan dengan musyawarah mufakat.
Ninik Mamak mempunyai kekuatan menyelesaikan masalah di dalam kalbunya masing-masing. Dusun terdiri dari beberapa luhah. Luhah terdiri dari beberapa perut dan perut terdiri dari beberapa pintu, didalam pintu ada lagi sikat-sikat. Bentuk pemerintahan Kerinci sebelum kedatangan Belanda dengan system demokrasi asli, merupakan system otonomi murni. Eksekutif adalah Depati dan Ninik Mamak. Legislatif adalah Orang tuo Cerdik Pandai sebagai penasihat pemerintahan. Depati juga mempunyai kekuasaan menghukum dan mendenda diatur dengan adat yang berlaku dengan demikian dwifungsi Depati ini adalah sebagai Yudikatif dusun. Ini pun berlaku sampai sekarang untuk pemerintah desa, juga pada Zaman penjajahan Belanda dan Jepang dipergunakan untuk kepentingan memperkuat penjajahannya di Kerinci.

Hubungan Kekerabatan

Masyarakat Kerinci menarik garis keturunan secara matrilineal, artinya seorang yang dilahirkan menurut garis ibu menurut suku ibu. Suami harus tunduk dan taat pada tenganai rumah, yaitu saudara laki-laki dari istrinya. Dalam masyarakat Kerinci perkawinan dilaksanakan menurut adat istiadat yang disesuaikan dengan ajaran agama Islam.
Hubungan kekerabatan di Kerinci mempunyai rasa kekeluargaan yang mendalam. Rasa sosial, tolong-menolong, kegotongroyongan tetap tertanam dalam jiwa masyarakat Kerinci. Antara satu keluarga dengan keluarga lainnya ada rasa kebersamaan dan keakraban. Ini ditandai dengan adanya panggilan-panggilan pasa saudara-saudara dengan nama panggilan yang khas. Karenanya keluarga atau antar keluarga sangat peka terhadap lingkungan atau keluarga lain. Antara orang tua dengan anak, saudara-saudara perempuan seibu, begitupun saudara-saudara laki-laki merupakan hubungan yang potensial dalam menggerakkan suatu kegiatan tertentu.

Hubungan Kemasyarakatan

Struktur kesatuan masyarakat Kerinci dari besar sampai yang kecil, yaitu kemendapoan, dusun, kalbu, perut, pintu dan sikat. Dalam musyawarah adat mempunyai tingkatan musyawarah adat, pertimbangan dan hukum adat, berjenjang naik, bertangga turun, menurut sko yang tiga takah, yaitu sko Tengganai, sko Ninik Mamak dan sko Depati.
Perbedaan kelas dalam masyarakat Kerinci tidak begitu menyolok. Stratifikasi sosial masyarakat Kerinci hanya berlaku dalam kesatuan dusun atau antara dusun pecahan dusun induk. Kesatuan ulayat negeri atau dusun disebut parit bersudut empat. Segala masalah yang terjadi baik masalah warisan, kriminal, tanah dan sebagainya selalu disesuaikan menurut hukum adat yang berlaku.

Sumber Asli : http://wiki.verkata.com/id/wiki/Suku_Kerinci
»»  READMORE...

2.11.2011

Anden (Babou)

A
nden (babou) suatu tradisi gotong royong istilah kata bahasa kerinci atau sungai penuh yaitu suatu kata yang digunakan waktu mengadakan suatu pekerjaan yang dilakukan secara beramai-ramai oleh sekumpulan orang yang bertujuan untuk menyelesaikan pekerjaan yang di maksud.

Anden (babou) sering dilakukan untuk pekerjaan disawah atau pekerjaan lainnya yang tidak dapat dilakukan oleh satu orang, seandainya pun dapat dilakukan oleh satu orang tetapi memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikannya, anden(babou) di dalam pelaksanaan pengerjaan di sawah di lakukan mulai dari pengolahan tanah sampai saat panen.

Anden (babou) dilakukan silih berganti diantara anggota kelompok, sampai pekerjaan yang di maksud diselesaikan. Saat sekarang anden (babou) sudah jarang kita temui lagi di kerinci atau di Sungai Penuh karena sudah banyaknya alat-alat pertanian yang modern yang mempercepat pekerjaan dan lebih gampang dalam pelaksanaannya.

Dalam pelaksanaan aden(babou) kadang-kadang di selingi juga dengan Tale dan Marwok(nyanyian dan balas pantun) untuk yang ini dapat kita kupas di lain waktu.
»»  READMORE...

2.04.2011

Sekepal Tanah Syurga

Danau gunung tujuh dilihat dari Gunung Kerinci

K

erinci Yang terletak di antara perbatasan Jambi dan Sumatera Barat,  daerah ini yang berjarak 400 km dari pusat kota Jambi dan dari padang 250 km. Daerah ini bisa dibilang surga dunia wisata bagi wisatawan. Daerah ini memiliki banyak terdapat pesona alam dan budaya, yang terbilang unik dan klasik. 
Bukit Kayangan, satu kawasan perbukitan dekat kota Sungai Penuh, pusat kota kabupaten yang telah dimekarkan dan berjarak 10 kilometer dari pusat kota. Memandang ke arah barat, pepohonan rimbun memenuhi gugusan Bukit Barisan. Berpaling ke timur, Kota Sungai Penuh terhampar di sebuah lembah bepermukiman padat. Tampak pula Danau Kerinci dengan airnya yang kebiruan.
Di puncak bukit itu kita bisa merasakan udara dingin yang segar. Kabut dengan cepat menyelimuti seluruh pemandangan. Bak berada dalam dunia mimpi. ”Bukit ini jadi favorit wisatawan yang ingin menikmati seluruh kawasan Kerinci dari kejauhan.
Perkebunan teh Kayu Aro yang memiliki luas 3.020 Ha adalah perkebunan teh dalam satu hamparan yang terluas di dunia, berada pada ketinggian 1.600 Mpl. Perkebunan teh ini adalah perkebunan ter yang tertua di Indonesia.
Di hamparan  hijau ini, kita serasa berada di negeri impian yakni syurga, kita bisa melihat gunung kerinci yang menjulang bak seperti atap dunia, gunung ini merupakan gunung berapi yang tertinggi di sumatera dengan ketingian 3805 mpl,. Tak jauh dari kawasan ini terdapat Danau gunung tujuh merupakan danau vulkanik yang terbentuk akibat letusan gunung berapi di masa lalu, Danau ini berada di ketinggian 1.996 mpl dan merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara.
Kerinci terasa semakin sempurna ketika kita mengetahui bahwa daerah itu juga kaya akan seni dan budaya tradisional,  tari dan lagu. Ada pula sejumlah benda purbakala peninggalan zaman megalitik pada awal Masehi, Selain itu ada pula Danau Kaca, Rawa Bento, Air Terjun Telung Berasap, Mesjid agung yang berukir , Go'a, Air Panas Sumurup, air panas sungai medang dan tempat yang lain.
Karena demikian indahnya kerinci sehingga pengarang/sastrawan terkenal kerinci yaitu A.Gazali Rioja mengibaratkan kerinci sebagai "SEKEPAL TANAH SYURGA YANG TERCAMPAK KEBUMI". Maka jangan pernah mau mati kalau anda belum ke kerinci.



»»  READMORE...
Adsense Indonesia ads review tanahsakti.blogspot.com on alexa.com